Kamis, Maret 11, 2010

Karya Sastra

Cerpen "Rumah Amangboru"

Membaca Nasib Orang Usia Lanjut Indonesia

Cerita pendek ”Rumah Amangboru” karya Hasan Al Banna (Kompas, Minggu 5 April 2009) sesungguhnya merupakan kisah yang biasa terjadi dalam kehidupan pada masa usia lanjut banyak orang. Dalam cerpen itu, dituturkan tentang Haji Sudung yang dirundung kesendirian setelah empat tahun sebelumnya istrinya meninggal dunia. Ketiga anaknya (Lisna, Suti, dan Marsan) sebagai anak tentu saja merasa berkewajiban memberi perhatian kepadanya. Tetapi, karena mereka telah menetap di Jakarta, satu-satunya saran yang diajukan adalah mengajaknya untuk hidup di kota besar itu.
   

Lakon di Kota Kecil

INI sebuah kota kecil; semua penduduk di sini saling mengenal. Lebih-lebih di lorong ini. Di lorong ini begitu banyak anak-anak. Dan kita akan temui Sumirah yang cantik. Sumirah yang dicintai penduduk di sekitar sini. Sumirah yang sudah dilamar oleh beberapa pemuda di kampung ini.

   

Bilik yang Terkunci

DILIHATNYA kamar itu masih tertutup rapat, Ibu tidak ingin keluar dari kamarnya? Mungkin dia sedang asyik menikmati sendiri kamar yang lebih besar dan indah dari kamarnya. Sungguh dia kepingin menyelinap masuk dan melihat ke dalam, dengan sepuas hati. Keinginan itu akan dilakukan sekarang. Sebenarnya Mai sudah tidak sabar menunggu Ibu bangun. Kalau saja, dia punya keberanian untuk mengetuk kamar Ibu, tentu saja semua keinginannya akan cepat terlaksana. Mai melihat jendela kamar ini masih tertutup rapat, tidak mungkin bisa melihat ke dalam. Ayah pasti sejak dari tadi pergi. Mai melihat ke jam, sudah hampir jam enam pagi, sebentar lagi ia harus berangkat sekolah. Kemarin dia tidur sampai larut malam, banyak sekali PR yang harus dikerjakan. Menurut Ibu memang PR sangat penting, bukan kamar Ibu.

   

Hikayat Gusala

SEBATANG nyiur itu kini telah mulai menampakkan kecantikannya. Memang belum lagi setinggi anak berusia 10 tahun, namun pelepahnya yang menguning, yang sebagian masih terbungkus tapas, juga sebagian daunnya yang kuncup, mampu menyemarakkan pagi di pekarangan si pemilik. Kelak, entah 10 atau 20 tahun lagi, barulah nyiur itu mampu memberikan manfaat yang sebenarnya bagi si pemilik.

   
generalbanner

Bookmark Artikel

Multi Bahasa

English Arabic French German Italian Portuguese Russian Spanish

Kontribusi Anda

Kami menerima artikel, berita, tips dan segala yang berkaitan dengan dunia buku, penerbitan, film, pendidikan, pengetahuan dan sejenisnya. Silakan melakukan registrasi dan kirim artikel Anda melalui form yang telah disediakan. Jangan lupa sebutkan sumber lengkap artikel yang berkaitan bila Anda mengambilnya dari sumber lain.

Ayo majukan dunia pendidikan dan buku di Indonesia. Terimakasih atas perhatian Anda.

Kami memiliki 5 Tamu online

Login Form