Jumat, Maret 12, 2010

CSR Itu Perlu

Aspek sosial adalah bagian integral dari kegiatan usaha sebuah korporasi. Awalnya dalam bentuk sederhana, berupa kegiatan filantropi atau charity kepada komunitas di mana perusahaan itu beroperasi.

Kini, hal itu telah melembaga menjadi apa yang dikenal sebagai tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR). Bahkan, CSR telah dimandatkan dalam UU 40/2007 tentang Perseroan Terbatas. Artinya CSR wajib hukumnya dilakukan pengelola perusahaan, terutama yang bergerak di bidang yang terkait dengan sumber daya alam.

Namun, pada kenyataannya, masih banyak pengelola perusahaan yang menganggap CSR sebagai liability, sebagai beban yang hanya menambah biaya perusahaan. Belum muncul pemahaman betapa CSR sebenarnya sangat bermanfaat bagi perusahaan, di samping tentunya bagi komunitas.

Melalui buku ini, pakar manajemen strategis AB Susanto, menawarkan perspektif bahwa seharusnya ada kesadaran dari pengelola perusahaan bahwa CSR ini dibutuhkan. Dengan kata lain, CSR hendaknya ditempatkan sebagai sebuah investasi yang memberi banyak manfaat bagi perusahaan.

Menurut AB Susanto, seiring dengan kesadaran publik, CSR kini menjadi social license to operation (izin sosial untuk beroperasi). Perusahaan yang tidak menjalankan CSR, bakal menemui kesulitan.

Setidaknya ada sejumlah manfaat yang bisa dipetik perusahaan yang memiliki program CSR, tentu saja terbangunnya reputasi yang baik. Berangkat dari reputasi inilah, multiplier effects yang menguntungkan siap menanti. Antara lain, berdasarkan survei, 75 persen responden memberi nilai lebih kepada produk/jasa yang dihasilkan perusahaan yang memberi kontribusi nyata melalui CSR. Selanjutnya, 66 persen responden siap beralih merek produk atau jasa ke perusahaan yang terbangun reputasi positifnya melalui CSR.

Artinya, CSR sangat berkorelasi positif, tidak hanya terhadap kepuasan konsumen, tetapi juga loyalitas konsumen. Dari sinilah ruang-ruang keuntungan secara bisnis terbuka luas.

Secara sederhana, penulis merumuskan proses transformasi orientasi perusahaan dalam "3P", yaitu profit (keuntungan), people (komunitas sekitar), dan planet (masyarakat dalam skala yang lebih luas). [A-17]


Judul: Reputation-Driven Corporate Social Responsibility, Pendekatan Strategic Management dalam CSR
Penulis: AB Susanto
Penerbit: Esensi, Erlangga Group, 2009
Tebal: 126 halaman

http://www.suarapembaruan.com/News/2009/11/15/index.html
Komentar
Tambah Baru Cari
bujang  - cuma tanggapan     |118.96.152.xxx |H:i:s d-m-Y
lipstik. CSR berfungsi sebagai lipstik korporasi a gar tampak lebih cantik dan m
erayu di hadapan raky at. selama tiada kekuatan politik nasional berani berlaga
vis a vis sektor privat, persekutuan korpo rasi tak akan pernah berbaik hati. t
ak ada barang yang gratis. ada pamrih. ini pasti tiap kita mafhu m. saran found
ing fathers, terutama hatta untuk me nasionalisasi korporasi asing dan melepas k
etergan tungan nasional terhadap lembaga donor (founding a gency) dengan renegos
iasi dan rescheduling hutang, wajib segera dilakukan agar rakyat benar-benar se
jahtera dan dapat menikmati keuntungan hasil penge lolaan dan pengolahan sumber
daya alam indonesia. mengharapkan CSR dengan kemurnian moralitas sama d engan
mengharapkan batu jadi emas.
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Web/Blog:
Judul:
 
Masukkan kode anti SPAM yang Anda lihat di gambar.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

generalbanner

Bookmark Artikel

Multi Bahasa

English Arabic French German Italian Portuguese Russian Spanish

Kontribusi Anda

Kami menerima artikel, berita, tips dan segala yang berkaitan dengan dunia buku, penerbitan, film, pendidikan, pengetahuan dan sejenisnya. Silakan melakukan registrasi dan kirim artikel Anda melalui form yang telah disediakan. Jangan lupa sebutkan sumber lengkap artikel yang berkaitan bila Anda mengambilnya dari sumber lain.

Ayo majukan dunia pendidikan dan buku di Indonesia. Terimakasih atas perhatian Anda.

Kami memiliki 5 Tamu online

Login Form