Jumat, Juli 30, 2010

Penerbitan Buku Demokrasi dan Kemiskinan

KETERGANTUNGAN Indonesia terhadap negara-negara maju dalam berbagai aspek membuat negara ini sulit memainkan peran strategis baik dalam kerangka domestik maupun internasional. Rendahnya daya saing produk Indonesia sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi yang akhirnya berdampak besar pada rendahnya ketersediaan lapangan pekerjaan.

Masalah kemiskinan merupakan masalah sosial yang senantiasa relevan untuk dikaji secara terus menerus. Bukan saja karena masalah kemiskinan telah ada sejak lama, melainkan pula karena masalah ini masih hadir sampai kini dan gejalanya semakin meningkat sejalan dengan krisis multidimensional yang terjadi.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui angka kemiskinan di Indonesia sangat fluktuatif, bahkan cenderung meningkat secara kuantitatif maupun kualitatif. Pada 1976 angka kemiskinan Indonesia berkisar 40% dari jumlah penduduk, tahun 1996 angka kemiskinan Indonesia turun menjadi 11% dari total penduduk. Pada saat krisis moneter mengguncang negeri ini pada 1997an penduduk miskin Indonesia mencapai 24% dari jumlah penduduk atau hampir mencapai 40 juta jiwa. Pada 2002 angka tersebut sudah mengalami penurunan menjadi 14%. Akan tetapi angka resmi BPS berdasarkan sensus kemiskinan tahun 2005 mencapai 35,1 juta jiwa atau 14,6%. Dari jumlah penduduk. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2006 yang dilakukan oleh BPS mencatat jumlah penduduk miskin mencapai 39,05 juta jiwa.

Meskipun pembahasan kemiskinan pernah mengalami tahap kejenuhan sejak pertengahan 1980an, upaya pengentasan kemiskinan kini semakin mendesak kembali untuk dikaji ulang. Ada beberapa alasan yang mendasari pendapat ini. Pertama, konsep kemiskinan masih didominasi oleh perspektif tunggal, yakni “kemiskinan pendapatan” atau income-poverty (Chambers, 1997). Pendekatan ini banyak dikritik oleh para pakar ilmu sosial sebagai pendekatan yang kurang bisa menggambarkan potret kemiskinan secara lengkap. Kemiskinan seakan-akan hanyalah masalah ekonomi yang ditunjukkan rendahnya pendapatan seseorang atau keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kedua, jumlah orang miskin di Indonesia senantiasa menunjukkan angka yang tinggi, baik secara absolut maupun relatif, di pedesaan maupun perkotaan. Meskipun Indonesia pernah dicatat sebagai salah satu negara berkembang yang sukses dalam mengentaskan kemiskinan, ternyata masalah kemiskinan kembali menjadi isu sentral di tanah air karena bukan saja jumlahnya yang kembali meningkat, melainkan dimensinya pun semakin kompleks seiring dengan menurunnya kualitas hidup masyarakaat akibat terpaan krisis ekonomi sejak tahun 1997.

Ketiga, kemiskinan mempunyai dampak negatif yang bersifat menyebar (multiplier effects) terhadap tatanan kemasyarakatan secara menyeluruh. Berbagai peristiwa konflik di tanah air yang terjadi sepanjang krisis ekonomi menunjukkan bahwa ternyata persoalan kemiskinan bukanlah semata-mata mempengaruhi ketahanan ekonomi yang ditampilkan oleh rendahnya daya beli masyarakat, melainkan pula mempengaruhi ketahanan sosial masyarakat dan ketahanan nasional.

Data Buku

Judul: Demokrasi dan Kemiskinan
Penulis: Daman Huri, Moh. Miftahusyaian, Ronald J Warsa, Sutomo, Yudha Aminta
Penyunting Saiful Arif
Cetakan I, Februari 2008

Komentar
Tambah Baru Cari
goodman  - tanggapan   |110.137.44.xxx |H:i:s d-m-Y
trima kasih, web nya sangat inspirasi bagi saya. t ambah terus hal yang baru sep
utar demokrasi ok!
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Web/Blog:
Judul:
 
Masukkan kode anti SPAM yang Anda lihat di gambar.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Bookmark Artikel

Multi Bahasa

English Arabic French German Italian Portuguese Russian Spanish

Kontribusi Anda

Kami menerima artikel, berita, tips dan segala yang berkaitan dengan dunia buku, penerbitan, film, pendidikan, pengetahuan dan sejenisnya. Silakan melakukan registrasi dan kirim artikel Anda melalui form yang telah disediakan. Jangan lupa sebutkan sumber lengkap artikel yang berkaitan bila Anda mengambilnya dari sumber lain.

Ayo majukan dunia pendidikan dan buku di Indonesia. Terimakasih atas perhatian Anda.

Kami memiliki 3 Tamu online

Login Form