Dalam sebuah diskusi ringan di warung kopi, seorang kawan asal Madura membeberkan fakta bahwa di tanah kelahirannya, ternyata, masih banyak masyarakat yang buta huruf. Berdasar data yang dia tunjukkan, di antara 3 juta masyarakat se-Jawa Timur yang masih buta huruf, persebaran terbesarnya berada di empat kabupaten di Madura.
Seketika itu saya jadi teringat pada sosok Ahmad Wahib. Tokoh pemikir Islam (yang juga) kelahiran Madura yang merantau ke Jogjakarta untuk kuliah dan menebarkan gagasan-gagasan progresifnya. Wahib adalah salah seorang prototipe intelektual organis di Indonesia. Wahib begitu benci melihat tingkah para pemikir yang lebih suka singgah di menara gading. Wahib juga intelektual yang begitu menekankan pentingnya mengembangkan minat keaksaraan (baca-tulis) bagi umat.
Mengenal Sosok Penulis
Jogjakarta, 30 Mei 2009, KH A. Mustofa Bisri menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Fakultas Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Sebagaimana disebut dalam sambutan dekan Fakultas Adab, ...
Artikel Lain...
Halaman 1 dari 14
Kontribusi Anda
Kami menerima artikel, berita, tips dan segala yang berkaitan dengan dunia buku, penerbitan, film, pendidikan, pengetahuan dan sejenisnya. Silakan melakukan registrasi dan kirim artikel Anda melalui form yang telah disediakan. Jangan lupa sebutkan sumber lengkap artikel yang berkaitan bila Anda mengambilnya dari sumber lain.
Ayo majukan dunia pendidikan dan buku di Indonesia. Terimakasih atas perhatian Anda.
Newsletter
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita, informasi dan artikel terbaru dari www.averroespress.net. Klik link berikut ini.












"LAWAS"
tugas utama jurnalis adalah mendorong realisasi Indonesia Merdeka serta menga...
lipstik. CSR berfungsi sebagai lipstik korporasi agar tampak lebih cantik dan...
adanya politik kartel dan kartel politik menandakan sistem politik kita sedan...
gw pernah nonton film ini tapi jujur gw kurang suka karna ini adalah film dra...